JKT48 Rilis Lagu Ayo Senyumlah dengan Seragam Panggung Batik Khas Nusantara
JAKARTA, Duniaseleb.com,- Grup idola populer asal Indonesia, JKT48, kembali mencuri perhatian publik. Mereka baru saja merilis lagu terbaru berjudul “Ayo Senyumlah” pada 24 Oktober 2026.
Lagu ini hadir dengan konsep yang sangat unik. JKT48 menghadirkan nuansa budaya lokal yang kental melalui balutan busana panggung tradisional.
Pesona Batik Nusantara dalam Seragam Panggung JKT48
Dalam tradisi penggemar JKT48, isshou merupakan istilah khusus untuk seragam panggung yang dikenakan para anggota saat tampil. Setiap isshou memiliki nama tersendiri yang disesuaikan dengan lagu yang dibawakan.
Sehubungan dengan perilisan lagu “Ayo Senyumlah”, manajemen menciptakan isshou baru yang dikombinasikan dengan kain tradisional Indonesia. Busana spesial ini dirancang secara khusus oleh perancang busana berbakat, Dini Indah Lestari.
“Isshou bernuansa batik untuk Ayo Senyumlah ini di desain oleh Dini Indah Lestari,” ujar informasi resmi dari grup tersebut.
Keberagaman Motif Kain Tradisional Anggota JKT48
Busana panggung yang dikenakan para anggota JKT48 tidak menggunakan satu motif yang sama. Setiap anggota tampil memukau dengan beragam corak warisan budaya Nusantara.
Selain itu, ragam busana tersebut menampilkan kekayaan tekstil lokal. Oleh karena itu, para anggota mengenakan kombinasi batik parang, batik mega mendung, hingga batik sidomukti.

Meskipun demikian, beberapa anggota juga tampak mengenakan jenis kain tradisional lainnya. Sebagai hasilnya, terlihat pula penggunaan kain tenun ikat serta kain ulos sandum dalam video musik tersebut.
Menonjolkan Budaya Indonesia Lewat Video Musik Terbaru
Lagu “Ayo Senyumlah” memiliki arti yang sangat spesial bagi perjalanan karier grup ini. Pertama-tama, lagu tersebut merupakan karya original keempat dari JKT48.
Oleh sebab itu, lagu ini bukan merupakan hasil terjemahan dari grup saudari mereka di Jepang, yakni AKB48. Video musiknya pun menonjolkan berbagai ciri khas kehidupan di Indonesia.
Proses pengambilan gambar dilakukan di berbagai lokasi ikonik. Mulai dari area perkebunan, lingkungan sekolah, hingga kemegahan Candi Borobudur.
Selain itu, video musik ini juga melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung. JKT48 menghadirkan kameo dari warga lokal untuk memperkuat atmosfer kebersamaan.
Melalui kombinasi busana batik dan latar tempat yang ikonik, lagu ini sukses mengangkat identitas bangsa. Dengan demikian, karya terbaru JKT48 tidak hanya menghibur, tetapi juga membanggakan budaya Indonesia di kancah musik.
